Doa Dan Pesan Habib Rizieq Syihab Di Malam Munajat 212 : Tenggelamkan Rezim Durhaka, Rezim Pendukung Penista Agama

Doa Dan Pesan Habib Rizieq Syihab Di Malam Munajat 212 : Tenggelamkan Rezim Durhaka, Rezim Pendukung Penista Agama

Sabtu, 23 Februari 2019

Doa dan pesan dari Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab

[KlikLembaran] - Malam Munajat 212 di Monas, Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab melalui audio dari kediamannya di Mekkah, Arab Saudi, menyampaikan pesan-pesannya, sekaligus doa untuk negeri ini.
Habib Rizieq Syihab dalam pesanya berbicara mengenai kondisi bangsa dan penegakan hukum suka-suka.
“Banyak santri sekadar mengirim pesan mengkritik penguasa. Seorang perwira di depan media menghardik, santri diadili dan dipenjara tak ada belas kasih dari pemerintah. Sedangkan seorang anak cukong naga mengancam membunuh kepala negara, tapi dengan gagah perwira berkata ‘itu hanya lucu-lucuan saja’. Inikah penegakan hukum suka-suka? Astaghfirullah,” ujarnya
Habib Rizieq berujar, para koruptor bisa bebas dari penjara dengan pemotongan masa hukuman. Sedangkan seorang ulama yang direkayasa kasusnya tidak dibebaskan.
“Koruptor, cukong, pembuat rakyat menderita dan sengsara bebas dengan potongan tahanan luar biasa. Sedang seorang ustaz tua korban rekayasa tak dilepas dari penjara. Inikah penegakan hukum suka-suka?”
Sikap politik para kepala daerah dalam Pilpres 2019 pun disinggung. Ia melihat ada perbedaan perlakuan yang diberikan penegak hukum.”Duhai Allah, saat sekarang gubernur mengacung jari dua ikut sanubari mendukung pemimpin hasil Ijtimak Ulama langsung dipanggil, disidang, namun puluhan gubernur, wali kota acungkan dukung penguasa, mereka semua bungkam, kezaliman sangat kasatmata. Inikah penegakan hukum suka-suka? Nastaghfirullah,” ujarnya.
Habib Rizieq bersama jama'ah yang hadir mengatakan siap melawan kezaliman yang ada. dan siap menenggelamkan rezim penista agama. 
“Kami bertekad melawan kezaliman, menegakkan keadilan dengan jiwa raga kami siap tenggelamkan rezim durhaka, rezim pendukung penista agama. Namun tanpa izin-Mu kami tak bisa,” ujar Habib Rizieq.