Di diagnosa Corona, Jemaat Gereja Di Serpong Meninggal

Di diagnosa Corona, Jemaat Gereja Di Serpong Meninggal

Rabu, 18 Maret 2020

Ilustrasi [foto doc : rri.co.id]

[KlikLembaran] - Kabar meninggalnya seorang jemaat Gereja tertulis dalam surat yang beredar di media sosial "Pengumuman penting GRII BSD yang perlu kita cermati bersama." Dalam surat itu terdapat kop surat Gereja Reformed Injili Indonesia-Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan

Di surat pengumuman itu juga disebutkan, pada tanggal 16 Maret 2020 salah satu jemaat GRII BSD, anggota pelayanan paduan suara, korban berinisial BH didiagnosa terkena covid-19.

Baca Juga : 56 ODP 9 PDP, Jumlah Suspect Corona Di Kabupaten Tangerang Bertambah 

"Dan setelah dirawat secara intensif di rumah sakit, beliau dipanggil Tuhan pada 17 Maret 2020, sekitar pukul 10.15 WIB, belum jelas asal penularanya" demikian tertulis dalam surat itu.

Pengurus gereja tersebut pun telah mengidentifikasi beberapa loaksi tempat yang berpotensi menularkan covid-19 corona adalah sebagai berikut : tanggal 1 Maret di ruang latihan padus anak ( R. Remaja), tanggal 8 Maret di ruang latihan padus dewasa, tanggal 8 Maret ruang kantor admin, tanggal 8 Maret di ruang kelas Sekolah Minggu 3-4 SD, tanggal 9-10 Maret di Ruang kantor admin, demikan juga bunyi dari isi surat tersebut.

Himbauan dalam surat, dimohon bagi Bapak/Ibu yang merasa pernah berada di lokasi tersebut dan saat ini merasa tidak enak badan segera memeriksa diri ke dokter dengan menyebutkan potensi kontak dengan penderita covid-19, kami menganjurkan saudara mengurung diri (self quarantine) selama pemeriksaan berjalan dan penantian hasil, dan sehubungan dengan hal tersebut maka Gereja telah melakukan pembersihan ruang Gereja dan memutuskan kegiatan tengah Minggu untuk sementara ditiadakan.

Surat tersebut dibenarkan oleh pihak Gereja, yang di tulis juga dalam berita tanggal 18 Maret 2020 di media CNNIndonesia.com telah menghubungi sekretariat GRII. Seorang staf sekretariat GRII pusat membenarkan surat tersebut.

"Benar (pasien yang meninggal jemaat GRII)," ujar staf yang enggan disebutkan namanya itu saat dihubungi CNNIndonesia.com.