Doktor Katolik Meyakini Ajaran Rasulullah Dalam Hadapi Pandemi Corona Efektif

Doktor Katolik Meyakini Ajaran Rasulullah Dalam Hadapi Pandemi Corona Efektif

Rabu, 25 Maret 2020

Doktor katolik kebangsaan Amerika, Craig Considine

[KlikLembaran] - Beberapa bulan terakhir, dunia menghadapi situasi yang mencekam. Pandemi Corona (Covid-19) telah menyerang lebih dari seratus negara.

Berdoa dan berharap kepada Allah SWT, menjadi senjata dalam menghadapi berbagai masalah ini. Namun, berdoa saja tidak cukup untuk mencegah dan mengatasi infeksi Covid-19 ini.

Baca Juga : Manfaat Wudhu Untuk Cegah Penularan Virus Corona, Pakar Barat Mengulasnya

Sehingga, banyak para ahli di bidang kedokteran yang memberikan nasihat, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan diri, guna memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Dalam sebuah laman berita newsweek, salah seorang Doktor katolik kebangsaan Amerika, Craig Considine, menyampaikan sebuah nasihat yang berharga.

“Pakar imunologi seperti dr. Anthony Fauci dan reporter medis dr. Sanjay Gupta mengatakan, bahwa kebersihan diri, karantina, atau praktik mengisolasi diri dari orang lain dengan harapan mencegah penyebaran penyakit menular adalah cara paling efektif untuk mengatasi penyebaran Covid-19,” tulisnya.

Ia lantas mengatakan, bahwa orang yang pertama kali menyarankan hal tersebut adalah Nabi Muhammad Shallallahu’Alaihi wa Sallam.

“Apakah Anda tahu siapa lagi yang menyarankan hidup bersih dan karantina selama pandemi? Dialah Muhammad, nabi orang Islam, lebih dari 1.300 tahun yang lalu,” sambungnya.

Menurut Craig, meskipun Nabi Muhammad bukan orang yang ahli dalam mengatasi penyakit yang mematikan, nasihat beliau sangat baik untuk mencegah dan membatasi perkembangan pandemi seperti yang kita hadapi saat ini.

Ia pun merujuk pada sebuah hadits, terkait sikap seorang dalam menghadapi wabah penyakit berbahaya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu’Alaihi wa Salam berikut ini,

“Apabila kalian mendengar wabah thaun (pes) melanda sebuah negeri, janganlah kalian memasukinya. Apabila wabah itu melanda sebuah negeri sedangkan kalian berada di dalamnya, janganlah kalian keluar darinya.” (Muttafaq Alaih).

Ia juga mengutip hadits Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam yang memerintahkan manusia untuk menjauhi orang-orang yang terkena penyakit dari orang-orang yang sehat.

“Muhammad memotivasi manusia untuk menjalani praktik hidup higienis yang akan membuat mereka terhindar dari berbagai infeksi,” katanya.

Craig juga merukuk hadits Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam tentang kesucian sebagaian dari iman. Seperti mencuci tangan ketika bangun tidur, sebelum dan setelah makan.

“Bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat apa yang disampaikan Muhammad kepadanya?” kata Craig.

Bahkan, Nabi Muhammad juga memerintahkan orang-orang untuk mencari perawatan medis dan berobat.

Sebab, Tuhan tidak pernah menurunkan penyakit tanpa menetapkan obatnya, selain satu penyakit yaitu usia tua.

Craig melanjutkan, dalam beberapa minggu terakhir ini, tak sedikit orang yang menyarankan untuk berdoa. Sebab, doa merupakan cara lebih baik untuk menjauhkan diri dari virus dibanding melakukan social distancing atau karantina.

“Bagaimana pendapat Nabi Muhammad terhadap sikap seseorang yang mengatakan doa adalah satu-satunya cara untuk menjauhkan diri dari penyakit dibandingkan obat?” tutur Craig.

Menurut analoginya dengan kisah Nabi Muhammad bersama seorang Arab Badui yang bertanya kepada beliau tentang tawakal. Disebutkan, orang Badui tersebut sednag menunggangi untanya.

“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Nabi Muhammad justru mendorong manusia untuk mencari petunjuk dalam agama mereka.

Namun, beliau juga berharap agar mereka juga bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dasar stabilitas, keamanan dan kesejahteraan semua orang.

Atau dengan kata lain, beliau berharap semua orang menggunakan akal sehat mereka. Craig Considine adalah seorang Katolik Amerika keturunan Irlandia dan Italia. Ia banyak menulis tentang Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Craig memegang gelar PhD dari Trinity College, University of Dublin (Irlandia), gelar MSc dari Royal Holloway, University of London (Inggris), dan gelar BA dari American University (Washington, DC).

Considine adalah penduduk Needham, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia salah seorang guru besar di Departemen Sosiologi di Rice University, Houston, Texas.[ki]