Perdana Menteri Israel Dikarantina Terkait Corona, Dulu Blokir Gaza

Perdana Menteri Israel Dikarantina Terkait Corona, Dulu Blokir Gaza

Selasa, 31 Maret 2020

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu [foto doc : dw]

[KlikLembaran] - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani karantina. Hal itu dilakukan setelah seorang penasihatnya terinfeksi virus korona baru Covid-19. Menurut keterangan juru bicaranya yang dikutip laman Times of Israel pada Senin (30/3), Netanyahu akan menjalani karantina selama sepekan.

Baca Juga : Terus Masuk Ditengah Maraknya Wabah Corona, 39 WNA Asal Tiongkok Masuk Ke PT BAI Bintan

Hal itu tetap dilakukan meskipun dia telah melakukan tes Covid-19 dan hasilnya negatif. Netanyahu memilih mengarantinya dirinya sendiri di kediamannya di Yerusalem sebagai langkah peringatan dan pencegahan. Di sisi lain, dia hendak memberi contoh kepada masyarakat Israel.

Penasihat untuk urusan ultra-Ortodoks Rivka Paluch telah dinyatakan positif mengidap Covid-19. Dia diduga terinfeksi dari suaminya yang kini sedang dirawat di rumah sakit.

Awalnya Netanyahu dilaporkan tak menjalin kontak dekat dengan Paluch selama dua pekan terakhir. Namun media Channel 12 mengabarkan bahwa Netanyahu sempat bertemu dengan Paluch pada Kamis pekan lalu.

Paluch pun sempat mengunjungi parlemen Israel (Knesset) pada 16, 23, dan 26 Maret. Mereka yang telah bertemu atau menjalin kontaknya telah diminta mengarantina dirinya masing-masing.

Benyamin Neyanyahu adalah salah satu pemimpin Israel yang paling agresif terkait upaya pencaplokan wilayah-wilayah Palestina. Ia terus menyetujui pendirian pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, serta belakangan mengkalim Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel.

Dalam masa kepemimpinannya, militer Israel juga berulang kali melakukan agresi ke Jalur Gaza yang menelan korban ribuan jiwa sejauh ini. Serangan terkini yang ia setujui dilakukan pekan lalu dengan dalih membalas upaya serangan roket Hamas.

Di bawah kepemimpinannya juga Jalur Gaza mengalami isolasi berkepanjangan dari segala sisi yang membuat wilayah itu, merujuk laporan PBB, terancam ambruk sistem kesehatan dan perekonomiannya.

Sejauh ini Israel memiliki 4.695 kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 16 jiwa. Kebijakan karantina wilayah atau lockdown telah diterapkan guna menekan jumlah infeksi baru. Warga hanya diizinkan keluar untuk membeli logistik dan kebutuhan penting lainnya.[rpk]