Ribuan Merchant yang Jual Mahal Masker, Sanitizer, dan Sembako Ditutup Oleh Tokopedia

Ribuan Merchant yang Jual Mahal Masker, Sanitizer, dan Sembako Ditutup Oleh Tokopedia

Senin, 23 Maret 2020

Turis China memborong masker di Batam untuk dibawa pulang kenegaranya [foto doc : suara.com]

[KlikLembaran] - Platform e-commerce Tokopedia mengambil langkah tegas dengan menutup permanen merchant yang terbukti melanggar aturannya dengan membuat harga, judul, dan deskripsi, yang memanfaatkan mengeksploitasi dampak wabah virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Sejumlah pedagang toko online memang mengeksploitasi kondisi ini dengan menaikkan harga tinggi pada produk alat kesehatan serta bahan makanan pokok.

Baca Juga : IDI : "Ini Sudah Urgent" 32 Tim Medis Kena Corona, 3 Meninggal Dunia

Tokopedia punya kebijakan untuk menjaga harga barang-barang pokok tetap berada pada batas yang wajar. Oleh karenanya pada Senin, 23 Maret 2020, mereka memutuskan menutup ribuan toko yang mengeksploitasi dampak COVID-19.

“Menanggapi harga/judul/deskripsi tidak wajar atas produk kesehatan maupun kebutuhan pokok lain sebagai dampak dari COVID-19, Tokopedia telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar,” terang VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.

Tokopedia juga berjanji untuk meniadakan biaya layanan ke para penjual di kategori produk kesehatan dan kebutuhan pokok.

Sejumlah barang yang harganya melambung tinggi antara lain masker dan hand sanitizer.

Untuk hand sanitizer, platform perbandingan harga Telunjuk.com mencatat bahwa harga hand sanitizer di berbagai platform e-commerce Indonesia telah naik hingga 81 persen. Kondisi ini membuat orang yang memang membutuhkan barang-barang tersebut jadi kesulitan untuk membeli karena harga yang tinggi.

Tokopedia juga mendorong masyarakat untuk tetap #dirumahaja dengan berbelanja secara daring. Belanja online adalah salah satu cara yang bisa ditempuh selama social distancing atau jaga jarak fisik berlaku di sejumlah kota di Indonesia.[Kpr]