Warga Petamburan : Ormas Front Pembela Islam Bantu Asrama Gereja Bethel Yang Terkena Covid-19

Warga Petamburan : Ormas Front Pembela Islam Bantu Asrama Gereja Bethel Yang Terkena Covid-19

Sabtu, 18 April 2020

Ormas Front Pembela Islam melakukan peneyemprotan disinfektan di gereja

[KlikLembaran] - Sudah lihat berita tentang tragedi asrama Bethel Petamburan yang lagi viral bu-ibu, pak-bapak?

Saya berharapnya berita itu hoaks, tapi sayangnya real. Dan saya sendiri sebagai warga Petamburan yang tinggal 1 RW dengan asrama tersebut. Atau bisa dibilang tetangga RT.
Baca Juga : Lurah Petamburan Jakarta : 34 Mahasiswa Asrama Gereja Bethel Kena Corona, 180 Isolasi Mandiri
Sekitar 180 mahasiswa yang tinggal di asrama Bethel, kemarin tanggal 16 April melakukan test rapid kedua, dan 34 orang dinyatakan positif.

Menjelang magrib, beberapa mobil patroli datang diikuti 3 bus sekolah yang akan mengangkut 34 orang mahasiswa yang positif, mereka langsung dibawa menuju RS bantuan atau wisma atlet untuk mendapat penanganan lanjutan.

Sisanya, masih dalam penjagaan aparat. Entah menunggu jemputan susulan atau masih melakukan isolasi mandiri.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penolakan dari warga sekitar, sampai saat ini aparat masih berjaga di lokasi dan menutup jalan disekitar TKP.

Jangan tanya kondisinya seperti apa sekarang, jalan ditutup dan gang disekitar asrama dalam penjagaan ketat. Seperti kota mati, tidak ada anak-anak diluar rumah, tidak ada kegiatan apapun. Jika ada yg keluar rumah, siap-siap diinterogasi pak polisi dahulu.

FYI, asrama dan STT Bethel Petamburan ini bersebelahan dengan markas besar FPI ya teman-teman. Sebuah organisasi yang disebut radikal oleh sebagian orang.

Tapi di sini saya melihat, ada beberapa orang yang notabene anggota FPI juga, turut membantu mengamankan proses evakuasi tersebut. Melakukan penjagaan disekitar lokasi, ada juga yang bagi-bagi masker kain untuk masyarakat sekitar. Dan sebelumnya juga sudah melakukan penyemprotan di sekitar tempat mereka.

Inilah Indonesia yang sebenarnya, saling membantu dan bahu-membahu menanggulangi bencana.

Tidak ada si Islam, si Kristen, dan alasan lainnya. Jangan terprovokasi dengan ujaran kebencian yang dilontarkan pihak manapun.

Kita sekarang sama-sama sedang berperang melawan virus. Tetap berdoa untuk kebaikan kita semua, dan terus ikhtiar dengan rajin cuci tangan. Serta menggunakan masker jika harus keluar rumah.[al212]

Stay at home, stay healthy, and stay strong.

Bersama, kita bisa!

-- Bunda Billa